Kejaksaan Tercoreng, Jaksa Urip ditangkap KPK

Hari-hari, minggu dan bulan-bulan ini jadilah hari-hari yang sangat menyakitkan dan menyedihkan bagi Bapak Hendarman Supanji bahkan bagi seluruh pegawai Kejaksaan Republik Indonesia setelah jaksa penerima suap perkara Jamsostek disorot, kali in seorang jaksa tertangkap tangan menerima suap sebesar 660 ribu US dollar atau 6 Milyar rupiah, tersebutlah Jaksa Urip Tri Gunawan, Ketua Tim Jaksa Penyidik BLBI yang katanya merupakan Tim Elit di Kejagung ditangkap KPK disebuah rumah Minggu sore sekitar pukul 16.30 wib. Penangkapan Jaksa Urip ini sangat mencoreng muka jajaran Kejaksaan, bahkan Bapak Hendarman Supanji tampak kecewa berat dan air matanya berkaca-kaca seakan-akan tidak percaya Tim yang dibentuk dari Jaksa-Jaksa terpilih dari daerah-daerah,justru mengecewakannya. Jaksa Urip sendiri ditunjuk sebagai Komandan dari “pasukan elit” penumpas kejahatan BLBI, rekruitmannya diambil dari jaksa yang” “terpilih” dan terlatih dari berbagai daerah, sehingga adalah suatu paradoks dan ironi bila pasukan elit ini yang bermasalah.Tak ayal penangkapan ini menimbulkan spekulasi bahwa orang-orang pengemplang dana BLBI berada dibalik isu penyuapan ini, baru beberapa hari sebelumnya Jampidsus Kemas Yahya Rahman menyatakan kasusnya dihentikan dan penanganan selanjutnya diserahkan kepada Depertemen Keuangan. Indikasi lain adalah bersempena dengan penangkapan jaksa Urip, rumah konglomerat Syamsul Nursalimpun digeledah oleh KPK dan rumah tempat penyuapan tersebut pun juga terindikasi sebagai rumahnya Syamsul Nursalim. Angka 660 ribu us dollar atau 6 milyar rupiah  sungguh adalah suatu angka yg sangat pantastis apalagi bila didengar oleh keluarga Basse di Makssar yang 3 orang keluarganya melayang demi berjuang untuk sesuap nasi dan mayoritas masyarakat Indonesia tercinta ini, namun sesungguhnya bagi penikmat dana BLBI angka ini tak ada artinya, hanya bagaikan segumpal kecil kapas yang terbang dari kasur ketika tampuk rotan dihajar ibu-ibu kampung dibawah terik matahari. Tampaknya penangkapan ini menjadi tamparan yg sangat memalukan bagi kejaksaan, apalagi bagi Bpk Hendarman Supanji yg merupakan sosok bersih alias “mr.clean”, agenda pembaharuannya belum membuahkan hasil yg manis, malahan beberapanya jatuh sebelum matang seperti buah mengkudu muda terlepas dari tangkainya busuk, lembek dan akhirnya berulat.  Tidak ada sesuatu apapun yang tersembunyi dihatimu yang paling dalam yang tidak diketahui oleh Allah SWT.

& Komentar

  1. Komentar oleh rere on Maret 7, 2008 12:54 pm

    Yth Pak Sam…
    Turut sedih juga dengan peristiwa tersebut…. mudah - mudahan kedepan aparat CJS bisa berbuat sesuai hati nurani ….. benar-benar menegakkan hukum tanpa “tanda-kutip” lagi….

    *btw kita punya sarana kumpul - kumpul blogger yang beraliran hukum namanya “BLAWGGER” , pengagasnya mas Anggara http://anggara.org, untuk bergabung bapak kasih comment aja dulu di blognya…nanti mas anggara yang mengontak bapak*

    Trims pak

  2. Komentar oleh rere on Maret 7, 2008 12:55 pm

    salah yang diatas pak
    http://anggara.org

  3. Komentar oleh syamsuwir siddiq on Maret 10, 2008 7:21 am

    Thanks atas infonya nanti saya ikut gabung di blawgger, mudah-mudahan tanpa ilmu

  4. Komentar oleh habibah on Maret 26, 2008 3:10 am

    Jaksa urip berjasa besar terhadap SBY karena telah menuntut mati amrozi CS, seperti kita ketahui SBY adalah penghamba AS dg demikian jak Urip diberi kesempatan untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya dg di angkat menjadi jaksa BLBI.
    sangat kami sayangkan kenapa hnya jaksa Urip yg di jadikan tersangka, Jaksa Sriono dlm ksusu BLBI BCA menerima dolar yang tidak kalah besarnya dari Urip. Sriono meripakan jaksa pilihan karena telah menuntaskan korupsi di Blitar, tapi tahukah anda berapa upeti yang di terima Sriono dari Heri Nugroho dan Iwan Laguna

  5. Komentar oleh syamsuwir siddiq on Maret 28, 2008 1:11 pm

    thanks atas komentarnya, semoga ke depan tidak ada Jaksa dan penegak hukum lainnya yang menerima upeti lagi

  6. Komentar oleh irawan santoso on April 2, 2008 12:51 pm

    Pak Syamsuwir. Saya mo minta tolong nih. Saya butuh bahan tulisan seputar asal usul jaksa. Megapa diistilahkan jaksa? Berasal dari bahasa apa jaksa itu? Siapa yang menggagas nama jaksa dan sebagainya. Pokoknya soal landasan filosofis soal jaksa itu. Akan sangat berterima kasih sekali bila diberikan ulasan soal mengapa ada yang amanya Jaksa Muda di Kejaksaan Agung. Peran dan fungsinya seperti apa dan sebagainya. Dan, saya akan sangat bertima kasih sekali bila gambaran soal itu diberikan sebelum tanggal 8 April 2008 ini. Karena sudah deadline pak hehehehe…

    Mungkin ini agak merepotkan dan menyita waktu sedikit. Tapi, saya akan sangat berterima kasih sekali bila secuil permohonan ini dikabulkan.

    Salam,
    irawan santoso
    http://www.irawan-santoso.blogspot.com

  7. Komentar oleh syamsuwir siddiq on April 8, 2008 6:42 am

    Pak Irawan, mohon maaf saya belum sempat buat tulisan yang Bapak inginkan, sebenarnya saya sudah memiliki literaturnya, tapi berhubung semingu ini saya lagi sakit jadi saya tidak dapat mempostingkannya

  8. Komentar oleh Hasyim on Juni 24, 2008 9:49 am

    adalkah rekaman telpon mesra Ayin-Jaksa (semuanya) tolong di upload, sebagai dokumen anak bangsa, mbok menowo 100thn lg moral jaksa bisa dibenahi

  9. Komentar oleh Hasyim on Juni 24, 2008 9:54 am

    Pengalaman saya 10 thn lalu, di bis kota tertangkap seorang copet, saat akan dikeroyok masa, tiba-tiba datang seorang “petugas” (pakaian preman) yg mengamankan pencopet. Dg penuh kesadaran penumpang bus menyerahkan si copet kepada petugas tsb.
    Kebetulan sy ikut turun dg copet dan “petugas”. setelah bus menjauh dg mata dan telinga saya sendiri saya melihat, “petugas” sambil memukul kepala copet berkata “guooblog ngono wae sampe kecekel, yo wis kono kerjo maneh” pikirku diampu…… ut ternyata “petugas” tsbraja copet
    oooalaaah Gusti.. Gusti…… kok yo persis karo kejadian skenario penangkapan Ayin

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar