Generasi Terbaik

Tiga generasi yang dimaksud adalah generasi Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan para sahabat, generasi tabi’in dan generasi tabi’ut tabi’in. Sering disebut juga generasi Salafus Shalih. Tidak ada yang meragukan bahwa merekalah orang-orang yang paling memahami Islam yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Maka bila kita ingin memahami Islam dengan benar, tentunya kita merujuk pada pemahaman orang-orang yang ada pada 3 generasi tersebut. Seorang sahabat yang mulia, Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu berkata, “Seseorang yang mencari teladan, hendaknya ia meneladani para sahabat Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam karena mereka adalah orang-orang yang paling mulia hatinya, paling mendalam ilmunya, paling sedikit takalluf-nya, paling benar bimbingannya, paling baik keadaannya, mereka adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah untuk menjadi sahabat Nabi-Nya, dan untuk menegakkan agamanya. Kenalilah keutamaan mereka. Ikutilah jalan hidup mereka karena sungguh mereka berada pada jalan yang lurus.” (Limaadza Ikhtartu Al Manhaj As Salafi Faqot, Salim bin ‘Ied Al Hilaly)Karena dari manakah kita mengambil sumber pemahaman Al Qur’an dan hadits selain dari para sahabat Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam? Apakah ada sumber lain yang lebih terpercaya? Apakah Islam dipahami dengan selera dan pemahaman masing-masing orang? Bahkan jika seseorang dalam memahami Al Qur’an dan hadits mengambil sumber dari yang lain, maka dapat dipastikan ia telah mengambil jalan yang salah. Syaikh Salim Bin ‘Ied Al Hilaly setelah menjelaskan surat An Nisa ayat 115 berkata, “Dengan ayat ini jelaslah bahwa mengikuti jalan kaum mu’minin adalah jalan keselamatan. Dan ayat ini dalil bahwa pemahaman para sahabat mengenai agama Islam adalah hujjah terhadap pemahaman yang lain. Orang yang mengambil pemahaman selain pemahaman para sahabat, berarti ia telah mengalami penyimpangan, menapaki jalan yang sempit lagi menyengsarakan, dan cukup baginya neraka Jahannam yang merupakan seburuk-buruk tempat tinggal.” (Limaadza Ikhtartu Al Manhaj As Salafi Faqot, Salim bin ‘Ied Al Hilaly)

2 Jaksa Wanita 1 Polisi Pengedar Narkotika

1  oknum polisi Aiptu Irfan menjual 343 butir pil ekstasi dan 2  jaksa di Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, yaitu Dara SH, Ester SH, diperiksa Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan telah ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan menyuplai ekstasi barang bukti, sedangkan satu orang jaksa wanita lainnya baru sebatas saksi.

Kedua jaksa itu diperiksa setelah pihak kepolisian mendapat ijin dari Kejaksaan Agung. “Mereka kami mintai keterangan terkait tertangkapnya oknum polisi Polsek Pademangan yang membawa ratusan ekstasi,” kata Direktur Narkoba, Polda Metro Jaya Kombes Pol Arman Depari.

Aiptu Irfan, yang tertangkap berikut barang bukti ratusan ekstasi mengaku barang itu dari Ester, Dara dan Nova. “Barang itu hasil sitaan petugas saat penggerebekan di sebuah apartemen di Kelapa Gading, Jakarta Utara,” ungkap Arman. Saat itu petugas Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menangkap seorang tersangka Muhammad Yusuf serta menyita barang 5.000 ekstasi.

Setelah berkas dinyatakan P21, tersangka dan barang bukti diserahkan ke Kejari Jakarta Utara. Dalam pengakuannya, Aiptu Irfan yang lima bulan lagi memasuki masa pensiun, menyebutkan ia diminta menjual 300 butir ekstasi dengan imbalan sebuah HP.

“Kami masih memeriksa ketiga jaksa tersebut, apakah nanti akan ditahan atau tidak tergantung hasil pemeriksaan,” jelas Kasat Narkotik, Direktorat Narkoba, Polda Metro Jaya AKBP Jufri RM.

Pokok-pokok Landasan Dakwah Salafus Sholeh

Pokok landasan dakwah salafus sholeh dari Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab yang utama sekali beliau tegakkan adalah pemurnian ajaran tauhid dari berbagai campuran syirik dan bid’ah, terutama dalam mengkultuskan para wali, dan kuburan mereka, hal ini akan nampak jelas bagi orang yang membaca kitab-kitab beliau, begitu pula surat-surat beliau (lihat kumpulan surat-surat pribadi beliau dalam kita Majmu’ Muallafaat Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab, jilid 3).

Dalam sebuah surat beliau kepada penduduk Qashim, beliau paparkan aqidah beliau dengan jelas dan gamblang, ringkasannya sebagaimana berikut:

“Saya bersaksi kepada Allah dan kepada para malaikat yang hadir di sampingku serta kepada anda semua:

* Saya bersaksi bahwa saya berkeyakinan sesuai dengan keyakinan golongan yang selamat yaitu Ahlus Sunnah wal Jama’ah, dari beriman kepada Allah dan kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, kepada hari berbangkit setelah mati, kepada takdir baik dan buruk.

* Termasuk dalam beriman kepada Allah adalah beriman dengan sifat-sifat-Nya yang terdapat dalam kitab-Nya dan sunnah rasul-Nya tanpa tahriif (mengubah pengertiannya) dan tidak pula ta’tiil (mengingkarinya). Saya berkeyakinan bahwa tiada satupun yang menyerupai-Nya. Dan Allah itu Maha Mendengar lagi Maha Melihat. 

* Saya berkeyakinan bahwa al-Qur’an itu adalah kalamullah yang diturunkan, ia bukan makhluk, datang dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.

* Saya beriman bahwa Allah itu berbuat terhadap segala apa yang dikehendaki-Nya, tidak satupun yang terjadi kecuali atas kehendak-Nya, tiada satupun yang keluar dari kehendak-Nya.

* Saya beriman dengan segala perkara yang diberitakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang apa yang akan terjadi setelah mati, saya beriman dengan azab dan nikmat kubur, tentang akan dipertemukannya kembali antara ruh dan jasad, kemudian manusia dibangkit menghadap Sang Pencipta sekalian alam, dalam keadaan tanpa sandal dan pakaian, serta dalam keadaan tidak bekhitan, matahari sangat dekat dengan mereka, lalu amalan manusia akan ditimbang, serta catatan amalan mereka akan diberikan kepada masing-masing mereka, sebagian mengambilnya dengan tangan kanan dan sebagian yang lain dengan tangan kiri.

* Saya beriman dengan telaga Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

* Saya beriman dengan shirat (jembatan) yang terbentang di atas neraka Jahanam, manusia melewatinya sesuai dengan amalan mereka masing-masing.

* Saya beriman dengan syafa’at Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa Dia adalah orang pertama sekali memberi syafa’at, orang yang mengingkari syafa’at adalah termasuk pelaku bid’ah dan sesat.

* Saya beriman dengan surga dan neraka, dan keduanya telah ada sekarang, serta keduanya tidak akan sirna.

* Saya beriman bahwa orang mukmin akan melihat Allah dalam surga kelak.

* Saya beriman bahwa Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah penutup segala nabi dan rasul, tidak sah iman seseorang sampai ia beriman dengan kenabiannya dan kerasulannya.

* Saya mencintai para sahabat Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, begitu pula para keluarga beliau, saya memuji mereka, dan mendoakan semoga Allah meridhai mereka, saya menutup mulut dari membicarakan kejelekan dan perselisihan yang terjadi antara mereka.

* Saya mengakui karamah para wali Allah, tetapi apa yang menjadi hak Allah tidak boleh diberikan kepada mereka, tidak boleh meminta kepada mereka sesuatu yang tidak mampu melakukannya kecuali Allah. 

* Saya tidak mengkafirkan seorang pun dari kalangan muslim yang melakukan dosa, dan tidak pula menguarkan mereka dari lingkaran Islam.

* Saya berpandangan tentang wajibnya taat kepada para pemimpin kaum muslimin, baik yang berlaku adil maupun yang berbuat zalim, selama mereka tidak menyuruh kepada perbuatan maksiat.

* Saya berpandangan tentang wajibnya menjauhi para pelaku bid’ah, sampai ia bertaubat kepada Allah, saya menilai mereka secara lahir, adapun amalan hati mereka saya serahkan kepada Allah.

* Saya berkeyakinan bahwa iman itu terdiri dari perkataan dengan lidah, perbuatan dengan anggota tubuh dan pengakuan dengan hati, ia bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.

Bukti Kebohongan Tuduhan Wahabi Tehadap Dakwah Ahlussunnah Wal Jama’ah

Dengan membandingkan antara tuduhan-tuduhan sebelumnya dengan aqidah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang kita sebutkan di atas, tentu dengan sendirinya kita akan mengetahui kebohongan tuduhan-tuduhan tersebut.

Tuduhan-tuduhan bohong tersebut disebar luaskan oleh musuh dakwah Ahluss sunnah ke berbagai negeri Islam, sampai pada masa sekarang ini, masih banyak orang tertipu dengan kebohongan tersebut. sekalipun telah terbukti kebohongannya, bahkan seluruh karangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab membantah tuduhan tersebut.

Kita ambil contoh kecil saja dalam kitab beliau “Ushul Tsalatsah” kitab yang kecil sekali, tapi penuh dengan mutiara ilmu, beliau mulai dengan menyebutkan perkataan Imam Syafi’i, kemudian di pertengahannya beliau sebutkan perkataan Ibnu Katsir yang bermazhab syafi’i jika beliau tidak mencintai para imam mazhab yang empat atau hanya berpegang dengan mazhab Hambali saja, mana mungkin beliau akan menyebutkan perkataan mereka tersebut.

Bahkan beliau dalam salah satu surat beliau kepada salah seorang kepala suku di daerah Syam berkata: “Saya katakan kepada orang yang menentangku, sesungguhnya yang wajib atas manusia adalah mengikuti apa yang diwasiatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka bacalah buku-buku yang terdapat pada kalian, jangan kalian ambil dari ucapanku sedikitpun, tetapi apabila kalian telah mengetahui perkataan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terdapat dalam kitab kalian tersebut maka ikutilah, sekalipun kebanyakan manusia menentangnya.” (lihat kumpulan surat-surat pribadi beliau dalam kitab Majmu’ Muallafaat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, jilid 3)

Dalam ungkapan beliau di atas jelas sekali bahwa beliau tidak mengajak manusia kepada pendapat beliau, tetapi mengajak untuk mengikuti ajaran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Para ulama dari berbagai negeri Islam pun membantah tuduhan-tuduhan bohong tersebut setelah mereka melihat secara nyata dakwah yang beliau tegakkan, seperti dari daerah Yaman Imam Asy Syaukani dan Imam As Shan’any, dari India Syekh Mas’ud An-Nadawy, dari Irak Syaikh Muahmmad Syukri Al Alusy.

Syaikh Muhammad Syukri Al Alusy berkata setelah beliau menyebutkan berbagai tuduhan bohong yang disebar oleh musuh-musuh terhadap dakwah tauhid dan pengikutnya: “Seluruh tuduhan tersebut adalah kebohongan, fitnah dan dusta semata dari musuh-musuh mereka, dari golongan pelaku bid’ah dan kesesatan, bahkan kenyataannya seluruh perkataan dan perbuatan serta buku-buku mereka menyanggah tuduhan itu semua”. (al Alusy, Tarikh Nejd, hal: 40)

Begitu pula Syaikh Mas’ud An-Nadawy dari India berkata: “Sesungguhnya kebohongan yang amat nyata yang dituduhkan terhadap dakwah Syaikh Muhammad bin Abdu Wahhab adalah penamaannya dengan wahabi, tetapi orang-orang yang rakus berusaha mempolitisir nama tersebut sebagai agama di luar Islam, lalu Inggris dan turki serta Mesir bersatu untuk menjadikannya sebagai lambang yang menakutkan, yang mana setiap muncul kebangkitan Islam di berbagai negeri, lalu orang-orang Eropa melihat akan membahayakan mereka, mereka lalu menghubungkannya dengan wahabi, sekalipun keduanya saling bertentangan.” (Muhammad bin Abdul Wahab Mushlih Mazhluum, hal: 165)

Begitu pula Raja Abdul Aziz dalam sebuah pidato yang beliau sampaikan di kota Makkah di hadapan jamaah haji tgl 11 Mei 1929 M dengan judul “Inilah Aqidah Kami”: “Mereka menamakan kami sebagai orang-orang wahabi, mereka menamakan mazhab kami wahabi, dengan anggapan sebagai mazhab khusus, ini adalah kesalahan yang amat keji, muncul dari isu-isu bohong yang disebarkan oleh orang-orang yang mempunyai tujuan tertentu, dan kami bukanlah pengikut mazhab dan aqidah baru, Muhammad bin Abdul Wahab tidak membawa sesuatu yang baru, aqidah kami adalah aqidah salafus sholeh, yaitu yang terdapat dalam kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya, serta apa yang menjadi pegangan salafus sholeh. Kami memuliakan imam-imam yang empat, kami tidak membeda-bedakan antara imam-imam; Malik, Syafi’i , Ahmad dan Abu Hanifah, seluruh mereka adalah orang-orang yang dihormati dalam pandangan kami, sekalipun kami dalam masalah fikih berpegang dengan mazhab hambaly.” (al Wajiz fi Sirah Malik Abdul Aziz, hal: 216)

Dari sini terbukti lagi kebohongan dan propaganda yang dibuat oleh musuh Islam dan musuh dakwah Ahlussunnah bahwa teroris diciptakan oleh wahabi. Karena seluruh buku-buku aqidah yang menjadi pegangan di kampus-kampus tidak pernah luput dari membongkar kesesatan teroris (Khawarij dan Mu’tazilah). Begitu pula tuduhan bahwa Mereka tidak menghormati para wali Allah atau dianggap membuat mazhab yang kelima. Pada kenyataannya semua buku-buku yang dipelajari dalam seluruh jenjang pendidikan adalah buku-buku para wali Allah dari berbagai mazhab. Pembicara sebutkan di sini buku-buku yang menjadi panduan di Universitas Islam Madinah.

* Untuk mata kuliah Aqidah: kitab “Syarah Aqidah Thawiyah” karangan Ibnu Abdil ‘iz Al Hanafi, “Fathul Majiid” karangan Abdurahman bin Hasan Al hambaly. Ditambah sebagai penunjang, “Al Ibaanah“ karangan Imam Abu Hasan Al Asy’ari, “Al Hujjah” karangan Al Ashfahany Asy Syafi’i, “Asy Syari’ah” karangan Al Ajurry, Kitab “At Tauhid” karangan Ibnu Khuzaimah, Kitab “At Tauhid” karangan Ibnu Mandah, dll.

* Untuk mata kuliyah Tafsir: Tafsir Ibnu Katsir Asy Syafi’i, Tafsir Asy Syaukany. Ditambah sebagai penunjang: Tafsir At Thobary, Tafsir Al Qurtuby Al Maliky, Tafsir Al Baghawy As Syafi’i, dan lainnya.

* Untuk mata kuliyah Hadits: Kutub As Sittah beserta Syarahnya seperti: “Fathul Bary” karangan Ibnu Hajar Asy Syafi’i, “Syarah Shahih Muslim” karangan Imam An Nawawy Asy Syafi”i, dll.

* Untuk mata kuliyah fikih: “Bidayatul Mujtahid” karangan Ibnu Rusy Al maliky, “Subulus Salam” karangan Ash Shan’any. Ditambah sebagai penunjang: “al Majmu’” karangan Imam An Nawawy Asy Syafi”i, kitab “Al Mughny” karangan Ibnu Qudamah Al Hambali, dll. Kalau ingin untuk melihat lebih dekat lagi tentang kitab-kitab yang menjadi panduan mahasiswa di Arab Saudi silakan berkunjung ke perpustakaan Universitas Islam Madinah atau perpustakaan mesjid Nabawi, di sana akan terbukti segala kebohongan dan propaganda yang dibikin oleh musuh Islam dan kelompok yang berseberangan dengan paham Ahlussunnah wal Jama’ah seperti tuduhan teroris dan wahabi.

Selanjutnya kami mengajak para hadirin semua apabila mendengar tuduhan jelek tentang dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, atau membaca buku yang menyebarkan tuduhan jelek tersebut, maka sebaiknya ia meneliti langsung dari buku-buku Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab atau buku-buku ulama yang seaqidah dengannya, supaya ia mengetahui tentang kebohongan tuduhan-tuduhan tersebut, sebagaimana perintah Allah kepada kita:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bila seorang fasik datang kepadamu membawa sebuah berita maka telitilah, agar kamu tidak mencela suatu kaum dengan kebodohan, sehingga kamu menjadi menyesal terhadap apa yang kamu lakukan”.

Karena buku-buku Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bisa didapatkan dengan sangat mudah terlebih-lebih pada musim haji dibagikan secara gratis, di situ akan terbukti bahwa beliau tidak mengajak kepada mazhab baru atau kepercayaan baru yang menyimpang dari pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah, namun semata-mata ia mengajak untuk beramal sesuai dengan kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya, sesuai dengan mazhab Ahlus Sunnah wal Jama’ah, meneladani Rasulullah dan para sahabatnya serta generasi terkemuka umat ini, serta menjauhi segala bentuk bid’ah dan khurafat.

Ringkasan Dan Penutup

Ringkasan:

* Seorang da’i hendaklah membekali dirinya dengan ilmu yang cukup sebelum terjun ke medan dakwah.

* Seorang da’i hendaklah memulai dakwah dari tauhid

* Seorang da’i hendaklah sabar dalam menghadapi berbagai rintangan dan tantang dalam menegakkan dakwah.

* Seorang da’i yang ikhlas dalam dakwahnya harus yakin dengan pertolongan Allah, bahwa Allah pasti akan menolong orang yang menolong agama-Nya.

* Tuduhan wahabi adalah tuduhan yang datang dari musuh dakwah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, dengan tujuan untuk menghalangi orang dari mengikuti dakwah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

* Muhammad bin Abdul Wahhab bukanlah sebagai pembawa aliran baru atau ajaran baru, tetapi seorang yang berpegang teguh dengan aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

* Perlunya ketelitian dalam membaca atau mendengar sebuah isu atau tuduhan jelek terhadap seseorang atau suatu kelompok, terutama merujuk pemikiran seseorang tersebut melalui tulisan atau karangannya sendiri untuk pembuktian berbagai tuduhan dan isu yang tersebar tersebut.

Penutup

Sebagai penutup kami mohon maaf atas segala kekurangan dan kekeliruan dalam penyampaian materi ini, semua itu adalah karena keterbatasan ilmu yang kami miliki, semoga apa yang kami sampaikan ini bermanfaat bagi kami sendiri dan bagi hadirin semua, semoga Allah memperlihatkan kepada kita yang benar itu adalah benar, kemudian menuntun kita untuk mengikuti kebenaran itu, dan memperlihatkan kepada kita yang salah itu adalah salah, dan menjauhkan kita dari mengikuti yang salah itu.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت وأستغفرك وأتوب إليك.

*) Penulis adalah Rektor Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafii, Jember, Jawa Timur

***

Artikel www.muslim.or.id

Membersihkan Hati dengan Mengingat Mati

Adakalanya penyakit hati lebih mudah dibersihkan dengan mengingat mati (dzikrul maut). Sumber-sumber penyakit sombong, hasad, amarah dan syahwat bisa lebih cepat mereda tatkala kita mengingat kematian. Saat kematian dimana kita harus meninggalkan segala hiruk pikuknya kehidupan ini dan masuk ke dalam tanah yang hanya cukup menampung sekujur badan kita. Disanalah jasad kita dikubur sendiri, menghadap sang Pencipta untuk mempertanggungjawabkan seluruh kehidupan yang telah kita jalani.

Adakah orang yang tidak gentar dengan hari kematiannya? Hari dimana kita melanjutkan perjalanan sendirian, meninggalkan seluruh anak isteri yang kita cintai, melupakan sanak kerabat yang menangisi kepergian kita. Semua kemegahan yang kita banggakan di dunia ini, tidaklah berarti apa-apa. Semua kekayaan yang kita kumpulkan dengan segala cara dan sepanjang hidup, harus kita tinggalkan. Semua pangkat dan jabatan yang melekat sedikitpun tidak bisa membantu kita.

Maka, kesombongan apakah yang hendak kita benarkan saat kita teringat kematian? Bila kita sombong karena kekayaan yang kita miliki, sungguh tidak berarti apa-apa seluruh harta kekayaan yang kita miliki tersebut. Semuanya kita tinggalkan di dunia, sedangkan jasad yang selama ini dibalut pakaian mewah dan mengenakan berbagai perhiasan, hanya dibungkus dengan kain kafan lalu dibaringkan diatas tanah tanpa alas. Bila kita sombong oleh pangkat dan jabatan yang disandang, tidaklah berarti apa-apa saat jasad dibaringkan. Semua bawahan dan banyaknya pengikut yang biasa mengelu-elukan semasa hidup, tidak akan ikut menemani saat jasad diturunkan ke liang lahat. Semuanya kita tanggalkan dan menghadap yaumil hisab sendirian. Di hari itu, hanyalah amalan yang kita bawa.

Karena itu pulalah, orang yang ingat akan kematian akan mudah membersihkan hatinya dari hasad dan dengki. Ia tidak mungkin dengki kepada orang-orang yang harta kekayaannya melimpah, sebab semua itu adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Semakin banyak harta yang kita miliki, semakin banyak pula yang harus dipertanggungjawabkan. Sedikit dan banyaknya harta, menjadi jalan kebaikan bagi orang-orang beriman, yang selalu ingat pada kematian.

Sayangnya, tidak sedikit manusia yang justru lalai dari ingat pada kematiannya. Mereka terjerumus pada kehidupan dunia yang melenakan. Kehidupan yang melenakan adalah kehidupan yang tidak dibimbing oleh nilai-nilai agama, sehingga semua yang dilakukan mengikuti apa yang dirasakan dan diinginkannya. Nilai-nilai dunia yang lepas dari nilai agama adalah berdasar pada kepuasan ragawi. Maka, tidaklah mengherankan bila kemudian segala aturan kehidupan mengikuti kehendak ragawinya yang sesaat dan tidak pernah puas.

Saat itulah, beragam penyakit hati tumbuh menyelubungi kehidupan manusia. Manusia yang terjebak dalam kehidupan dunia adalah bagaikan orang yang mengikuti permainan namun ia tidak tahu tujuan dan aturan main itu sendiri, sehingga ia baru sadar tatkala waktu permainan hendak usai. Begitupula kehidupan. Orang berlomba-lomba mengumpulkan harta kekayaan, meraih pangkat dan jabatan, namun mereka tidak tahu untuk apa dan tidak mempedulikan aturannya. Tatkala semua itu harus diakhiri, ia baru menyadari bahwa semua pangkat, jabatan dan kekayaan yang dikejarnya bukanlah inti permainan dan bukan pula tujuan dari permainan itu.

Maka, orang yang ingat akan kematian, adalah orang yang cerdas. Diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA : “Aku datang menemui Nabi SAW, bersama sepuluh orang, lalu salah seorang Anshar bertanya : Siapakah orang yang paling cerdas dan paling mulia wahai Rasulullah? Nabi SAW menjawab : Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya, mereka itulah orang-orang yang cerdas, mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kehormatan akhirat.” (HR Ibnu Majah).

Dengan mengingat mati, ada dua hal yang ia ketahui pasti. Pertama, ia tidak akan terjebak pada hiruk pikuknya kehidupan dunia, ia tahu semua perhiasan dunia yang diraihnya hanyalah sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, sarana untuk memperbanyak amal shalih. Kedua, ia tidak akan mudah dihinggapi penyakit hati dan betapa mudahnya membersihkan hatinya, sebab ia mengetahui semua karunia yang diberikan Allah kepada manusia di dunia ini adalah amanah. Tidak ada gunanya hasad atas karunia yang diberikan Allah kepada orang lain, karena sesungguhnya semua itu pun amanah. Bahkan, ia bisa merasakan kebahagiaan manakala orang lain mendapatkan karunia serta berharap hal itu akan menjadi sarana kebaikan bagi orang yang menerimanya.

Seluruh karunia dan amanah Allah SWT di dunia ini, baik berupa harta kekayaan, pangkat dan jabatan, maupun kemuliaan hidup di dunia, hanyalah episode dan peran yang dimainkan manusia untuk mempersiapkan dirinya untuk kehidupan yang sesungguhnya. Karena itulah, semakin sering seseorang mengingat kematian, maka akan semakin mudah baginya untuk membersihkan penyakit hati.
Budi Hata’at, Lc, KotaSantri.com

Biar Gaji Jaksa Kecil Namun Tetaplah Bahagia

Gaji anda sebagai Jaksa terlalu kecil…..jangan kecewa dan  berkecil hati, karena kecilnya gaji anda bukanlah karena Negara ini menganggap anda adalah orang kecil..apalagi sampai berfikir negara mengucilkan anda tapi berfikir positif saja alias positif thinking..barangkali Negara belum menganggap penting untuk menaikkan gaji. Menurut Negara masih ada aparatur Negara lainnya yang lebih penting dinaikkan gajinya daripada seorang Jaksa, sehingga DPR dan Pemerintah menganggap kenaikan gaji anda adalah prioritas terakhir dan berada ditumpukan file paling bawah untuk dibahas….Untuk itu tetap tegapkan langkah dan nyanyikan mars lagu Koesplus. …hati senang walaupun tak punya uang wow….2 x

hati senang walaupun uang kurang wow…1000 x 

Bila anda adalah seorang Jaksa berpangkat III/d, Anak 3 orang dan 1 isteri : ©Jumlah gaji adalah lebih kurang 2.700.000,-©, berikut ini adalah kiat-kiat mengatasi gaji kecil namun tetap bahagia. Kiat-kiat ini tidak disarankan untuk dilaksanaan hanya sekedar guyonan pelipur lara bila tidak diikuti tidak apa tapi niscaya anda akan membutuhkan IMF untuk minta pinjaman. 

1. Usahakanlah terus tinggal di rumah mertua, karena ini sangat membantu anda, setidak-tidaknya biaya untuk sewa rumah bisa diatasi. untuk itu berbaik-baiklah dengan mertua, apabila mendapat mertua yg galak dan cerewet perbanyak bersabar. Sering-sering berdoa agar mertua tidak mengusir anda. usahakan cari isteri adalah anak semata wayang sehingga warisan mertua jatuh kepada anda. Apabila terpaksa harus mencari sewa rumah, carilah rumah sewaan yang terdekat dengan kantor anda, sehingga bisa ke kantor jalan kaki saja, cari rumah dengan budget tidak lebih dari 500 ribu sebulan, cukup rumah semi permanen, lantai semen atap seng dan dinding separoh papan, sehingga rumah bisa lebih sejuk, tak perlu pakai ac, walaupun rumah seharga itu biasanya banyak bocornya. 

2. biaya untuk keperluan dapur/ konsumsi sekeluarga cukup lebih kurang 50 ribu/ hari, atau 1.5 juta/ bulan, biarpun kecil namun tetap usahakan makan 2 kali sehari dengan menu  4 sehat 5 sempurna, beli beras cukup standar bulog…kalau dirasa beras sudah tidak mencukupi karena mertua sering makan dirumah anda, berbaik-baiklah dengan tetangga agar terketuk hatinya untuk meminjamkan beras kepada isteri anda, untuk lauk-pauk, cukup makan daging 1 kali sebulan, ikan bisa anda pancing sendiri di empang atau sungai terdekat dan sayur mayur, usahakan sendiri, jika rumah sewaan anda pekarangannya cukup luas, silakan sdr manfaatkan untuk menanam kol, kangkung, ubi dsbnya, bahkan kalau bisa anda bisa beternak ayam dan kambing.©

3. Sekolah anak budget cukup 200 ribu© sebulanjangan anda bermimpi utk menyekolahkan anak anda disekolah elit, cukup SD Inpres saja, katanya kan SD Inpres SPPnya gratis, bila ada guru yg pungli, cukup bentak saja..kamu kan Jaksa, ke sekolah anak cukup jalan kaki, tas sekolah satu untuk berdua, demikian juga buku, rautan, pena, penghapus, pencil, penggaris, sepatu,  syukur jika kakak sekolah pagi, adik sekolah siang, jadi peralatan sekolah bisa sharing, untuk berhemat, buku sekolah cukup di fotocopy saja atau kalau nggak pinjam sama tetangga yg  anaknya sudah masuk Esempe, dan jika terpaksa beli, cari buku loakan dan pesan sama anak agar hemat karena adikmu masih memakai buku tersebut nantinya,

4. Jika kamu punya hp (hape) targetkan isi ulang cukup 100 ribu satu bulan, cari operator yg murah dan lagi promosi, nggak apa ganti kartu tiap bulan asal dapat pahe (paket hemat). perbanyaklah miss call, dan sms karena miss call dan sms akan menguatkan posisi keuangan….namun melemahkan posisi karir dan martabat anda, jika terpaksa harus nelpon pinjam hp teman, ngaku saja kamu lagi kehabisan pulsa, atau jika terpaksa juga bicaralah yg perlu dan sesingkat mungkin, tidak usah berpantun atau mempergunakan kata-kata kata pembukaan, langsung to the point saja,  misal kalau kamu mau ngomong emang gue pikiran cukup sebut egp saja.

5. Berusahalah tidak merokok, karena merokok adalah perbuatan yang sia-sia dan perbuatan yang sia-sia tidak disukai Allah SWT, Jika kamu tidak bias berhenti merokok, cukupkan budget rokok hanya 50 ribu sebulan, sisanya bertemanlah kamu dengan para perokok, hampirlah dari ruangan ke ruangan, sewaktu ada yg tawarkan rokok jangan disia-siakan segera sambar, kalau memungkinkan ambil 2, satu di hisap dan 1 lagi dikantongin utk persiapan dirumah, demikian juga di ruangan lainnya5. jika kamu punya kenderaan budgetkan biaya BBM dan onderdil sekitar 100/bulan, ikutilah tips hemat berkenderaan, jangan nge-gas dalam-dalam, cukup geser gas sedikit dan bila dijalan turunan segera matikan mesin, pakai manual saja, bila ada teman yang numpang tidak ada salahnya agar teman anda juga ikut aktif membeli BBM. jika kebetulan motormu banyak nganggur sesekali cobalah jadi tukang ojek.

6. Di kantor, usahakan tidak jajan, biarkan isteri anda menyiapkan rantangan dan air the dari rumah, usahakan jika ada acara makan-makan dikantor, anda tidak melewatinya, jika terpaksa untuk jajan cukupkan dana 50 ribu disaku untuk sebulan.

7. Bagi isteri anda ingatkan uuntuk hidup sederhana, budgetkan dana sebesar Rp. 100 ribu/ bulan, bersoleklah cukup dengan bedak tepung sache dan bedak beras kencur, perhiasan cukup imitasi…tak usah kesalon untuk rebonding, pakai minyak kemiri saja.

8. Sisanya 100 ribu jadikan sebagai dana cadangan, untuk beli minyak tanah, semir sepatu, mainan anak, makan diluar, beli baju dan sepatu, ganti baterai jam, beli kabel listrik, paku payung, sandal jepit, ongkos mikrolet, antenna TV, sajadah, parfum, barber shop…cukup apa tidak ya…..

di tengah perjalanan

)hingga kini ku terus berjalan
)tak lelah sebelum tercapai
)segenap raga kucurahkan
)mencari kebaikan hidup
)di ujung tak bertepi
)hanya ajal yang menanti
)gamang itu selalu ada
)kedepan tatapan tak sirna
)rubah cari bahagia
)walau mesti tak terkira
)namun itulah asa

Kejaksaan Tercoreng, Jaksa Urip ditangkap KPK

Hari-hari, minggu dan bulan-bulan ini jadilah hari-hari yang sangat menyakitkan dan menyedihkan bagi Bapak Hendarman Supanji bahkan bagi seluruh pegawai Kejaksaan Republik Indonesia setelah jaksa penerima suap perkara Jamsostek disorot, kali in seorang jaksa tertangkap tangan menerima suap sebesar 660 ribu US dollar atau 6 Milyar rupiah, tersebutlah Jaksa Urip Tri Gunawan, Ketua Tim Jaksa Penyidik BLBI yang katanya merupakan Tim Elit di Kejagung ditangkap KPK disebuah rumah Minggu sore sekitar pukul 16.30 wib. Penangkapan Jaksa Urip ini sangat mencoreng muka jajaran Kejaksaan, bahkan Bapak Hendarman Supanji tampak kecewa berat dan air matanya berkaca-kaca seakan-akan tidak percaya Tim yang dibentuk dari Jaksa-Jaksa terpilih dari daerah-daerah,justru mengecewakannya. Jaksa Urip sendiri ditunjuk sebagai Komandan dari “pasukan elit” penumpas kejahatan BLBI, rekruitmannya diambil dari jaksa yang” “terpilih” dan terlatih dari berbagai daerah, sehingga adalah suatu paradoks dan ironi bila pasukan elit ini yang bermasalah.Tak ayal penangkapan ini menimbulkan spekulasi bahwa orang-orang pengemplang dana BLBI berada dibalik isu penyuapan ini, baru beberapa hari sebelumnya Jampidsus Kemas Yahya Rahman menyatakan kasusnya dihentikan dan penanganan selanjutnya diserahkan kepada Depertemen Keuangan. Indikasi lain adalah bersempena dengan penangkapan jaksa Urip, rumah konglomerat Syamsul Nursalimpun digeledah oleh KPK dan rumah tempat penyuapan tersebut pun juga terindikasi sebagai rumahnya Syamsul Nursalim. Angka 660 ribu us dollar atau 6 milyar rupiah  sungguh adalah suatu angka yg sangat pantastis apalagi bila didengar oleh keluarga Basse di Makssar yang 3 orang keluarganya melayang demi berjuang untuk sesuap nasi dan mayoritas masyarakat Indonesia tercinta ini, namun sesungguhnya bagi penikmat dana BLBI angka ini tak ada artinya, hanya bagaikan segumpal kecil kapas yang terbang dari kasur ketika tampuk rotan dihajar ibu-ibu kampung dibawah terik matahari. Tampaknya penangkapan ini menjadi tamparan yg sangat memalukan bagi kejaksaan, apalagi bagi Bpk Hendarman Supanji yg merupakan sosok bersih alias “mr.clean”, agenda pembaharuannya belum membuahkan hasil yg manis, malahan beberapanya jatuh sebelum matang seperti buah mengkudu muda terlepas dari tangkainya busuk, lembek dan akhirnya berulat.  Tidak ada sesuatu apapun yang tersembunyi dihatimu yang paling dalam yang tidak diketahui oleh Allah SWT.

Selamat Jalan Ustadz Gito Rollies

Photobucket

Innalillahi wainna ilaihirojiun

Kamis 28 Oktober 2008 pukul 18.45, ustadz Gito Rollies telah menepati janjinya di hadapan Allah SWT dengan khusnul khotimah

Gito Rollies mantan rocker yang Insya Allah telah mendapat hidayah dari Allah SWT, menempuh hari-hari terakhir hidupnya dengan mengabdi kepada Allah SWT sebagai seorang pendakwah. Pencapaian tertinggi nafas religinya adalah perjalanan dari kegelapan kepada cahaya Ilahi, dari gelimangan dosa kepada hidup dalam keimanan.

Selamat jalan Ustadz Gito Rollies (Bangun Sugito) semoga amal ibadahmu mendapat tempat yang sebaik-baiknya tempat di sisi Allah SWT….  a m i n..

Cari Kebenaran itu

tiap ku hadapi hari itu
mengapa selalu keraguan itu muncul
di jalan yang sama tiap saat
masih aku tak kuasa
mengapa keraguan itu muncul
aku telah salah
untuk berbalik arah
itu harus dilakukan
saat jalan itu aku lalui
di depan akan ku lawan dengan nurani
menggapai hari esok yang abadi
merayap, mencari dan akan kudapati
jalan yang benar dan pasti

JIMAT-JIMAT YANG TERLARANG

Tamimah (jimat) yang dilarang adalah jimat-jimat yang digantungkan di leher anak kecil dan orang yang sedang sakit atau selain mereka yang berupa mutiara atau merjan atau tali (rantai) atau paku atau tulang dan lain-lain. Perbuatan ini biasaa dilakukan di zaman jahiliyah. Menurut pendapat yang shahih dari para ulama, menggantungkan ayat-ayat Al-Qur’an atau do’a-do’a yang syar’i adalah termasuk jimat yang dilarang, berdasarkan keumuman hadits-hadits yang menunjukkan bahwa hal itu haram dan terlarang. Diantara hadits-hadits tersebut adalah sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Sesungguhnya jampi-jampi, jimat-jimat dan pengasihan adalah syirik’

Dan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Barangsiapa yang menggantungkan jimat maka Allah tidak akan menolongnya dan barangsiapa yang menggantungkan pengasihan maka Allah akan menggagalkannya” [HR Ahmad]

Dalam riwayat lain beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Barangsiapa yang menggantungkan jimat maka dia telah berbuat syirik” [HR Ahmad]

Dan beliau juga pernah melihat seorang laki-laki yang memakai gelang dari kuningan di tangannya lalu beliau bertanya kepada orang itu.

“Apa ini?” Orang itu menjawab : “Sesuatu yang bisa menundukkan (melemahkan) orang lain”. Lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Lepaskan gelang-gelang itu! Sesungguhnya itu hanya akan menambah kelemahanmu. Jika engkau mati dan engkau masih memakai gelang itu maka engkau tidak akan bahagia selama-lamanya”.

Dan hadits-hadits lain yang semakna dengan hadits di atas, semuanya menunjukkan tentang haramnya menggantungkan jimat-jimat yang terbuat dari apapun. Semua itu termasuk perkara yang haram dan syirik. Tapi bukan termasuk syirik besar apabila dia tidak meyakini bahwa jimat-jimat tersebut bisa menolak bahaya tanpa kehendak Allah. Apabila dia meyakini bahwa jimat-jimat tersebut bisa menolak bahaya tanpa kehendak Allah, maka dia telah jatuh ke dalam syirik besar (keluar dari Islam).

Adapun orang yang menggantungkan jimat-jimat dan dia hanya meyakini bahwa jimat-jimat tersebut hanya sebagai sebab untuk menolak penyakit atau mengusir jin dan lain-lain maka keyakinan seperti ini adalah haram dan syirik, tapi tidak termasuk syirik besar.

Yang dimaksud dengan ruqyah (jampi-jampi) yang dilarang adalah ruqyah yang memakai bahasa yang tidak diketahui maksudnya atau kalimat yang mengandung perkataan haram. Adapun jika ruqyah tersebut memakai kalimat-kalimat yang bisa dipahami dan tidak bertentangan dengan syari’at Islam, seperti dengan memakai ayat-ayat Al-Qur’an dan do’a-do’a dari Nabi atau do’a-do’a yang tidak diharamkan syari’at, maka ini dibolehkan. Dengan syarat orang yang meruqyah dan orang yang diruqyah tidak menggantungkan dirinya dengan ruqyah tersebut, tetapi hendaknya menyandarkan dan memasrahkan hasilnya hanya kepada Allah. Sebab ruqyah-ruqyah tersebut hanya sebagai perantara. Adapun hasil dan kesembuhannya hanyalah ada di tangan Allah. Sebab tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari Allah.

Sedangkan yang dimaksud dengan tilawah (pengasihan) adalah satu jenis diantara jenis-jenis sihir yang bisa membikin seseorang cinta kepada lawan jenisnya dan sebaliknya. Dan semua jenis sihir hukumnya haram, bahkan bisa jatuh kedalam syirik hal ini berdasarkan ayat-ayat dan hadits-hadits yang menunjukkan tentang haramnya sihir dan bahwa sihir-sihir tersebut bisa menyebabkan syirik besar. Dan Allah-lah yang berhak memberi taufik.

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Juz Tsani, Penulis Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Eidisi Indonesia Fatawa bin Baaz, Penerjemah Abu Umar Abdillah, Penerbit At-Tibyan – Solo]